Tukar sepeda dengan laptop

Baru sekali ini ada anak sekolah yang ingin menukar sepeda dari saya dengan hadiah lain. Namanya Ade, lengkapnya Andreas Saingo. Ia naik ke panggung seusai saya membagikan Kartu Indonesia Pintar kepada 1.148 pelajar di Kota Kupang dan sekitarnya, siang tadi.

Setelah menghafalkan sila-sila Pancasila, ia malah senyum-senyum. Kenapa senyum-senyum? Minta sepeda? “Tidak, Pak.”

Lho, kenapa? “Ditukar saja,” katanya.

Ditukar apa? “Laptop saja.”

Saya maklum. Ade adalah seorang penyandang tuna netra, tapi semangatnya untuk belajar tetap tinggi. Setiap hari, sepulang sekolah, ia belajar di rumah lagi selama dua jam.

Ya sudah, saya akan beri laptop untuk Ade. Saya akan kirim ke rumah atau ke sekolah, paling lama hari Selasa besok.

Foto: Biro Pers Setpres