Cinta itu egois Selalu menginginkan hanya dia Yang boleh memilikinya saja Saat yang lain melirik Hati panas serasa terusik Membakar cemburu tanpa

Saat ku terperajat Tubuhku diam tanpa gerak Malam menyelimuti dalam dinginnya Sedingin kesunyian akan harapnya Sadarku akan mimpi Mimpi sunyi dalam hening

Sebelum ajal mendekat dan menghianat Mencengkam dari belakang ketika kita tidak melihat Selama masih menggelombang dalam dada darah serta rasa Belum bertugas

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi Tidak bisa teriak ‘Merdeka’ dan angkat senjata lagi Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami