oleh

Galileo Galilei Sang Astronom

-Alam, Tokoh-6 views

BEKASI – Dia adalah orang pertama yang memakai teleskop untuk mengamati langit, dan dia adalah salah satu dari sedikit orang yang bisa membuat teleskop sebaik itu. Awalnya, dia membuat teleskop hanya berdasarkan deskripsi tentang alat yang dibuat di Belanda pada 1608. Dia kemudian membuat sebuah teleskop dengan perbesaran tiga kali lipat dan kemudian membuat model-model baru yang bisa mencapai 32 kali pembesaran.

Pada 25 Agustus 1609, dia mendemonstrasikan teleskop pada pembuat hukum dari Venesia. Selain itu, Teleskop hasil buatannya juga dimanfaatkan untuk keperluan pelayaran. Pengamatan astronominya pertama kali diterbitkan di bulan Maret 1610, berjudul Sidereus Nuncius.

Galileo juga menemukan tiga satelit alami Jupiter -Io, Europa, dan Callisto- pada 7 Januari 1610. Empat malam kemudian, dia menemukan Ganymede. dia juga menemukan bahwa bulan-bulan tersebut muncul dan menghilang, gejala yang dia perkirakan berasal dari pergerakan benda-benda tersebut terhadap Jupiter, sehingga dia menyimpulkan bahwa keempat benda tersebut mengorbit planet.

Salah satu orang Eropa pertama yang mengamati bintik matahari juga Galileo, diperkirakan Astronomi astronom Tionghoa sudah mengamatinya sejak lama. Selain itu, Galileo juga adalah orang pertama yang melaporkan adanya gunung dan lembah di bulan, kesimpulan yang diambil melihat dari pola bayangan yang ada di permukaan. Dia kemudian memberi kesimpulan bahwa “bulan itu kasar dan tidak rata, seperti permukaan bumi sendiri”, tidak seperti anggapan Aristoteles yang menyatakan bulan adalah bola sempurna.

Galileo juga mengamati planet Neptunus pada 1612 namun dia tidak menyadarinya sebagai planet. Pada buku catatannya, Neptunus tercatat hanya sebagai sebuah bintang yang redup.

Galileo Galilei Sang Astronom dilahirkan di Pisa, Tuscany pada tanggal 15 Februari 1564 sebagai anak pertama dari Vincenzo Galilei, seorang matematikawan dan musisi asal Florence, dan Giulia Ammannati. Ia sudah dididik sejak masa kecil. Kemudian, dia belajar di Universitas Pisa namun terhenti karena masalah keuangan. Untungnya, dia ditawari jabatan di sana pada tahun 1589 untuk mengajar matematika. Setelah itu, dia pindah ke Universitas Padua untuk mengajar geometri, mekanika, dan astronomi sampai tahun 1610. Pada masa-masa itu, dia sudah mendalami sains dan membuat berbagai penemuan.

Penemuan Galileo yang paling masyhur adalah di bidang astronomi. Teori perbintangan di awal tahun 1600-an berada dalam situasi yang tak menentu. Terjadi selisih pendapat antara penganut teori Copernicus yang matahari-sentris dan penganut teori yang lebih lama, yang bumi-sentris. Sekitar tahun 1609 Galileo menyatakan kepercayaannya bahwa Copernicus berada di pihak yang benar, tetapi waktu itu dia tidak tahu cara membuktikannya. Di tahun 1609, Galileo dengar kabar bahwa teleskop diketemukan orang di Negeri Belanda. Meskipun Galileo hanya mendengar samar-samar saja mengenai peralatan itu, tetapi berkat kegeniusannya dia mampu menciptakan sendiri teleskop. Dengan alat baru ini dia mengalihkan perhatiannya ke langit dan hanya dalam setahun dia sudah berhasil membikin serentetan penemuan besar.

Sumbangan besar Galileo lainnya adalah penemuannya mengenai hukum kelembaman. Sebelumnya, orang percaya bahwa benda bergerak dengan sendirinya cenderung menjadi makin pelan dan sepenuhnya berhenti kalau saja tidak ada tenaga yang menambah kekuatan agar terus bergerak. Tetapi percobaan-percobaan Galileo membuktikan bahwa anggapan itu keliru. Bilamana kekuatan melambat seperti misalnya pergeseran, dapat dihilangkan, benda bergerak cenderung tetap bergerak tanpa batas. Ini merupakan prinsip penting yang telah berulang kali ditegaskan oleh Newton dan digabungkan dengan sistemnya sendiri sebagai hukum gerak pertama salah satu prinsip vital dalam ilmu pengetahuan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed