oleh

Elon Musk Telah Mendirikan Pabrik Baterai Terbesar Se-Dunia di Indonesia

BEKASI – Baterai sebagai salah satu komponen penting dalam peralatan elektronik menjadi hal pokok dalam pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Arah pengembangan dan pemanfaat teknologi listrik semakin dekat karena pabrik baterai terbesar di dunia telah berdiri di Indonesia.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meresmikan peletakan batu pertama pembangunan pabrik baterai lithium di Morowali, Sulawesi Tengah pada Jumat (11/1/2019). Pabrik milik PT QMB New Energy Materials yang berlokasi di Morowali Industrial Park (IMIP) itu menempati lahan seluas 120 hektare dan ditargetkan beroperasi pada 16 bulan ke depan.

PT. QMB New Energy Materials sendiri merupakan wujud kerja sama antara perusahaan Tiongkok, Indonesia dan Jepang, yang terdiri dari GEM Co.,Ltd., Brunp Recycling Technology Co.,Ltd., Tsingshan, PT IMIP dan Hanwa.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, investasi pabrik baterai lithium itu dilakukan oleh banyak perusahaan salah satunya milik Elon Musk yang dijuluki sebagai ‘Iron Man’.

Elon Musk dikenal sebagai pemilik Tesla, salah satu perusahaan yang memproduksi mobil listrik. Selain itu, kata Luhut, ada juga CATL yang berkongsi dengan LG, Volkswagen, hingga Mercedes.

Ketertarikan banyak perusahaan bergabung dalam membangun pabrik bahan baku baterai lithium karena Indonesia memiliki potensi besar. Apalagi, dalam waktu dekat aturan kendaraan listrik akan diterbitkan.

PT. QMB New Energy Materials memiliki kapasitas konstruksi nikel sebesar 50.000 ton dan kobalt 4000 ton, yang akan memproduksi di antaranya 50.000 ton produk intermedit nikel hidroksida, 150.000 ton baterai kristal nikel sulfat, 20.000 ton baterai kristal sulfat kobalt, dan 30.000 ton baterai kristal sulfat mangan.

“Jadi akan bermuara pada lithium battery, ini akan menjadi faktor kunci karena akan menekan harga mobil listrik, lithium battery mengarah kepada kandungan nikel yang semakin besar. Jangan lupa, kita pun penghasil nikel terbesar di dunia, dan harganya juga merangkak naik sekarang ini. Saat ini lithium battery juga bisa didaur ulang, apabila ini berjalan tentunya ini juga akan menekan emisi gas rumah kaca dari kendaraan berbahan bakar fosil,” Kata Menteri Koodinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengklaim pabrik bahan baku baterai lithium di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah, akan menjadi pabrik bahan baku baterai terbesar di dunia. Pasalnya, seluruh proses akan terintegrasi di kawasan tersebut.

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed